Latest Posts

TIPS MELIHAT SHUTTER COUNT DAN BATAS MAKSIMAL SHUTTER COUNT KAMERA

By 04.07


Maraknya jual beli kamera bekas di negeri ini apa lagi di kota kota besar seperti medan yang ku cintai ini membuat para pembeli selalu bertanya" apa itu Sutter Account dan bagaimana cara melihatnya bang...

lantas apa pengaruhnya sutter acount di kamera kita mari kita belajar sama sama sesuai apa yang saya tau dari dunia fotografi dan sedikit infotmasi kesana kemari di cek dan ricek satu persatu dan ternyata berhasil :D Ini bukti nya saya berhasil

Mengetahui jumlah Shutter Count kamera dan batas maximal shutter count kamera DSLR sangatlah penting bagi Anda yang mempunyai kamera digital karena dengan mengetahui berapa Shutter Count dari kamera Anda maka Anda akan mengetahui pula umur dari kamera anda tersebut.

Shutter count adalah jumlah total berapa kali shutter dikamera Anda telah di pencet sehingga menghasilkan satu foto. Melihat jumlah shutter count sangat berguna saat kita akan membeli kamera bekas. Paling tidak kita telah meminimalkan resiko karena kita jadi memiliki ancang-ancang sampai kapankah kamera bekas yang akan dibeli bisa bekerja dengan baik, sehingga saat kita bisa menawar harga kamera bekas dengan lebih teliti.

Cara melihat jumlah shutter count pada kamera Nikon, atau melihat shutter count pada Canon EOS atau merek kamera lainnya pada dasarnya caranya sama. Akan tetapi maksimal jumlah shutter count setiap vendor kamera, baik itu Nikon, Canon, Sony, Olympus, Fuji, Pentax dan lain menerapkan teknologi dimana Shutter Count atau jumlah jepret kamera mempunyai ambang batas. Ada batasan yang berbeda berapa kali shutternya itu bisa buka dan tutup lagi berulang-ulang sebelum shutternya itu berhenti bekerja,Pengaruh jika shutter count kamera sudah di atas expected lifetime sesuai design pabriknya, kemungkinan cukup besar shutternya akan berhenti bekerja atau kamera sudah tidak bisa digunakan lagi sebelum mengganti shutter boxnya.

Ada 2 cara untuk mengetahui jumal shutter count kamera diantaranya secara online dan offline dengan menggunakan foto terakhir yang dihasilkan dari kamera yang ingin di cek jumlahnya. Berikut ini tips mengetahui berapa shutter count kamera kita.
Cara Melihat Shutter Count Kamera

1. Untuk kamera NIKON CEK Disini  ==== ) NIKONSHUTTTERCOUNT 
2. EXIF Viewer Online (http://regex.info/exif.cgi)
Melihat jumlah shutter count dengan EXIF viewer ini gratis, gampang dan mudah. Hanya dengan upload foto terakhir yang dihasilkan dari kamera yang ingin kita lihat jumlah shutter countnya sudah mendapatkan data exif yang komplet.
3. Software Exif Viewer
Dengan download program exif viewer kita bisa menggunakannya untuk melihat data exif termasuk jumlah shutter count pada kamera. Berikut ini beberapa Program/Software Exif Viewer yang bisa Anda coba gunakan:
EOS Info : program untuk mengetahui jumlah shutter count kamera Canon (EOS) dan hanya untuk windows. (http://astrojargon.net/EOSInfo.aspx)
Opanda Exif viewer : program khusus exif viewer untuk Windows. (http://opanda.com/en/iexif/)
iExifer : aplikasi untuk melihat data exif foto dan jumlah shutter count yang bekerja di OS-X (Mac) (http://www.cocoaw/*ithchurros.com/iexifer.php)
Dan berikut ini expected lifetime/batas Maksimal Shutter Count Kamera Nikon, Canon dan Olympus. Tapi ini semua hanya hasil test dari produsen. Jadi kebenarannya tergantung banyak faktor yang mempengaruhi, kadang bisa lebih, kadang bisa kurang.

Batas Maksimal Shutter Count Kamera Canon:
• Canon EOS Digital Rebel XS / 1000D – 100,000
• Canon EOS Digital Rebel T1i / 500D – 100,000
• Canon EOS Digital Rebel XSi / 450D – 100,000
• Canon EOS Digital Rebel XTi / 400D – 50,000
• Canon EOS Digital Rebel XT / 350D – 50,000
• Canon EOS 50D – 100,000
• Canon EOS 40D – 100,000
• Canon EOS 30D – 100,000
• Canon EOS 20D – 50,000
• Canon EOS 5D Mark II – 150,000
• Canon EOS 5D – 100,000
• Canon EOS 1D Mark III – 300,000
• Canon EOS 1D Mark II N – 200,000
• Canon EOS 1DS Mark III – 300,000
• Canon EOS 1DS Mark II – 200,000
Batas Maksimal Shutter Count Kamera Nikon :
• Nikon D40
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 13,057.2
• Average number of actuations after which shutter died: 106,250.9
• Nikon D40X
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 12,741.9
• Average number of actuations after which shutter died: 16,075.7
• NIKON D50
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 41,674.3
• Average number of actuations after which shutter died: 18,599.0
• Nikon D60
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 9,644.9
• Average number of actuations after which shutter died: 8,625.3
• NIKON D70
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 38,452.0
• Average number of actuations after which shutter died: 51,807.2
• NIKON D70s
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 27,040.6
• Average number of actuations after which shutter died: 76,415.3
• NIKON D80
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 16,002.4
• Average number of actuations after which shutter died: 22,861.5
• NIKON D200
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 74,082.7
• Average number of actuations after which shutter died: 146,533.2
• Nikon D300
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 162,997.2
• Average number of actuations after which shutter died: 62,002.3
Batas Maksimal Shutter Count Kamera Olympus :
• Olympus E-300
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 18,302.8
• Average number of actuations after which shutter died: 12,666.7
• Olympus E-330
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 14,060.0
• Average number of actuations after which shutter died: 15,209.0
• Olympus E-510
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 11,416.1
• Average number of actuations after which shutter died: 10,700.0
• Olympus E-500
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 37,104.0
• Average number of actuations after which shutter died: 4,107.7
• Olympus E-520
• Average number of actuations after which shutter is still alive: 36,000.0
• Average number of actuations after which shutter died: no data
Standart jumlah maksimal shutter count kamera DSLR yang baik adalah mencapai shutter count sekitar 100 ribu (ada juga yang sampai 200ribu), jadi secara total kita bisa menghasilkan 100 ribu foto dari satu kamera SLR tanpa kamera mengalami kerusakan mekanis.

SC adalah bukan batasan tapi kadang dibuat untuk membatasi perusahaan pembuat kamera dari tekanan perjanjian garansi. Sama dengan mobil, dibatasi dengan 2 tahun atau 100.000km, mana yg lebih dulu tercapai. Jadi pengguna dari baik itu mobil atau kamera tidak bisa menjebak pabrik dengan menggenjot kamera bekerja habis-habisan dgn harapan mendapat penggantian baru jika terjadi kerusakan mekanis sebelum masa tenggang garansi habis. Intinya pabrikan berlindung pada keterbatasan garansi dari variabel waktu dan variabel pemakaian sekaligus. Jika mau dicoba silahkan beli kamera baru lalu genjot sampai diatas batas SC maks, otomatis ketika dibawa ke dealer akan lsng dinyatakan habis garansi, padahal katakan baru 6 bulan pakai. Karena hal ini di Amerika Canon berani memberikan garansi tukar baru jika terjadi kesalahan/kerusakan mekanis/teknis. Jadi tidak benar setelah lebih dari 100/150/200 ribu SC lalu semuanya finish, kamera menjadi mati total. Mobil pun demikian, setelah 100.000km masih tetap jalan. Shuttercount pun bisa diganti jika rusak (dan tentunya menjadi 0 kmbl), tp parts lainpun jg sdh termakan usia dan pemakaian. Normal. Dibbrp negara dijual kamera berlabel refurbish dimana seluruh parts yg bukan vital diganti dan kemudian dijual kembali dgn status baru 99%. Betul SC bisa jadikan sebuah patokan yg dalam dunia bisnis disebut penyusutan nilai. Selama ada keterusterangan dari pemilik/penjual. Karena bisa saja kamera yg tergolong tua masih punya SC dibawah 1000 karena komponen SC-nya baru diganti. 

Demikian semoga bermanfaat.
Jika bermanfaat atau ada kekurangan mari tinggalkan pesan agar menjadi ilmu pengetahuan buat kita semua

Artikel terkait lainnya

0 komentar

Komentar
0 Komentar